Rabu, 20 Februari 2013

Komponen-Komponen Kurikulum dan Pengembangannya


oleh : Aulia Rahim (1100085)
Dalam pembahasan sebelumnya, kita telah mengetahui landasan-landasan dari pengembangan kurikulum. Dalam pembuatan kurikulum, tidak terlepas dari komponen-komponen yang menyusunnya, diantara komponen tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1.    Komponen Tujuan
Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Hal ini merupakan komponen yang paling penting dalam kurikulum, karena walau sebagaimapun bagusnya suatu kurikulum, tetapi tanpa tujuan yang jelas, maka akan sia-sia saja, karena tidak ada hal yang ingin kita capai, berbeda halnya dengan kita memiliki tujuan yang jelas, isi yang bagus, dan komponen-komponen lain yang menunjang, maka suatu kurikulum akan berhasil dengan baik. Dalam sekala macro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau system nilai yang dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan. Tujuan pendidikan memiliki klasifikasi, dari mulai tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur, yang kemudian dinamakan kompetensi. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi 4, yaitu :
a. Tujuan Pendidikan Nasional ( TPN)
b. Tujuan Institusional ( TI )
c. Tujuan Kurikuler ( TK )
d. Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran ( TP )
Menurut Bloom, dalam bukunya yang berjudul Taxonomy of Educational Objectives yang terbit pada tahun 1965, bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan kedalam 3 klasifikasi atau 3 domain ( bidang ), yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotor.
2.    Komponen Isi /Materi Pelajaran
Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau mteri pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
3. Komponen Metode/Strategi
Strategi dan metode merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum. Adapun dua hal yang pelu diamati dalam komponen ini, yaitu:
1) Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan ( rangkaian tindakan ) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan sebagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. Rowntree (1974:97-98) membagi strategi mengajar itu atas Exposition-Discovery Learning dan Groups-Individual Learning. Ausubel dan Robinson (1969:43-45) membaginya atas strategi Reception Learning- Discovery Learning dan Rote Learning-Meaningful Learning.
2)  Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu.
Metode adalah upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Dalam satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode. Strategi berbeda dengan metode. Strategi menunjuk pada a plan of operation achieving something, sedangkan metode adalah a way in achieving something.
4.    Kompnen Evaluasi
Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Tujuan evaluasi yang komprehensif dapat ditinjau dari tiga dimensi, yakni diemnsi I (formatif-sumatif), dimensi II (proses-produk) dan dimensi III ( operasi keseluruhan proses kurikulum atau hasil belajar siswa). Dengan adanya tiga dimensi itu, maka dapat digambarkan sebagai kubus. Selain itu dapat lagi kurikulum ditinjau dari segi historis, yakni bagaimanakah kurikulum sebelumnya yang dipandang oleh anteseden. Karena ketiga dimensi itu masing-masing mempunyai dua komponen, maka keseluruhan evaluasi terdiri dari enam komponen yang bertkaitan satu sama lainnya.
Evaluasi sebagai alat untuk meliahat keberhasilan pencapaian tujuan dapat dikelompokan kedalam dua jenis, yaitu tes dan non tes.
1) Tes
Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif atau tingkat penguasai materi pmbelajaran. Hasil tes biasanya diolah secara kuantitatif. Proses pelaksanaan tes hasil belajar dilakukan setelah berakhir pembahasan satu pokok bahasan, atau setelah selesai satu caturwulan atau satu semester.
2) Non Tes
Non tes adalah alat evaluasi yang biasanya digunakan untuk menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat, dan motivasi. Ada beberapa jenis non tes sebagai alat evaluasi, diantaranya wawancara, observasi, studi kasus, dan skala penilaian.
Referensi :
Rusyani, Endang. (Tanpa Tahun). Landasan Pengembangan Kurikulum. [online]. Tersedia : http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195705101985031-ENDANG_RUSYANI/Landasan_Pengembangan_Kurikulum.pdf [19 Februari 2013]
Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung : Rosdakarya.
Tanpa Nama. (2011). Komponen-Komponen Kurikulum. [online]. Tersedia http://situsbaca.blogspot.com/2011/12/komponen-komponen-kurikulum-dan.html [19 Februari 2013].

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar